Tampilkan postingan dengan label bercinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bercinta. Tampilkan semua postingan

Etika Bercinta Yang Baik Seperti Rasulullah !

Perihal hubungan seksual (bercinta), Rasulullah SAW memberi petunjuk yang sangat sempurna, beralas etika dan estetika Rabbaniyah (ketuhanan). Bercinta tidak saja untuk menyehatkan jiwa, namun juga memberi kepuasan serta kenikmatan jiwa. Pitutur Rasulullah SAW tentang bercinta (senggama) adalah nasehat paripurna, utamanya demi menjaga kesehatan tubuh, mental, dan spiritual, berikut mewujudkan tujuan bersenggama itu sendiri. Diantara tujuan hubungan seksual menurut ajaran Islam ialah( foto ilustrasi ) :

1. Melahirkan dan menjaga kelangsungan keturunan. Dengan kelahiran putra-putri buah senggama, nantinya diharapkan akan lahir generasi penerus bagi keluarga dan kommunitas serta kesinambungan suatu bangsa;

2. Mengeluarkan air (sperma) berdampak positif bagi tubuh. Sebab apabila iar sperma dibiarkan mengendap di dalm tubuh tanpa disalurkan ke ladang tempat bercocok tanam (fitrah penyaluran), akan berdampak buruk bagi tubuh maupun mental seseorang;

3. Media untuk menyalurkan hajat, guna merengkuh kenikmatan surga duniawi. Bedanya, bersenggama di dunia bisa melahirkan anak, sedang di surga keabadian tidak akan membuahkan anak, semua itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan baik, sesuai dengan etika dan estetika, serta aturan luhur yang selaras dengan nilai-niilai ajaran Islam.

Etika Sebelum Bercinta
Ajaran Islam mengajarkan etika senggama, yang harus dipahami setiap Muslim. Ada banyak ayat al-Quaran dan Sunnah Nabi yang menuturkan masalah etika bercinta ini. Karenanya, sebelum bercinta, setiap Muslim harus memperhatikan etika (adab) dan prasyarat bersenggama sebagai berikut:

Pertama, Tidak Menolak Ajakan Bercinta. Secara tabiat maupun fitrah, para lelaki lebih agresif, tidak memiliki energi kesabaran, serta kurang bisa menahan diri dalam urusan making love ini. Sebaliknya, para wanita cenderung bersikap pasif, pemalu, dan kuat menahan diri. Oleh sebab itu, diharuskan bagi wanita menerima dan mematuhi ajakan suami untuk bercinta. Dalam sebuah hadis dituturkan, Rasulullah SAW bersabda: Jika seorang istri dipanggil oleh suaminya karena hajat biologisnya, maka hendaknya segera datang, meski dirinya sedang sibuk (HR Turmudzi). Ajaran Islam tidak membenarkan perilaku para istri yang menolak ajakan suami mereka untuk bercinta. Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda: Allah melaknat wanita yang menunda-nunda, yaitu seorang istri ketika diajak suaminya ke tempat tidur, tetapi ia berkata, ‘nanti dulu’, sehingga suaminya tidur sendirian (HR Khatib). Dalam hadis lain dituturkan: Jika suami mengajak tidur istrinya, lalu sang istri menolak, yang menyebabkan sang suami marah kepadanya, maka malaikat akan melaknat istri tersebut sampai pagi tiba (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua, Bersih dan Suci. Haid adalah penyakit bulanan yang tidak suci, wanita yang sedang haid berarti tidak suci. Karenanya, para suami yang istri mereka sedang mengalami datang bulan dilarang mensetubuhinya selama waktu haid. Manakala darah haid sudah berhenti, maka wajib bagi wanita membersihkan tubuhnya dengan air. Kemudian mengambil ‘secuil’ kapas atau kain, lalu melumurinya dengan kasturi atau bahan pewangi lainnya yang beraroma semerbak menawan, kemudian membilas bagian tubuh yang terlumuri darah saat haid, sehingga tidak ada lagi bau tak sedap pada tubuh sang wanita. Dalam sebuah riwayat dari Aisyah Ra dituturkan, suatu hari, ada seorang wanita bertanya kepada Rasulullah SAW, tentang cara bersuci (membersihkan diri) sehabis datang bulan. Rasulullah SAW bertutur kepada wanita tersebut: Ambillah bahan pewangi dari kasturi. Bersihkan dirimu dengannya. Wanita itu bertanya: Bagaimana caraku membersihkan tubuh? Rasulullah SAW menjawab: Bersihkan tubuhmu dari noda haid. Wanita itu bertanya lagi: Bagaimana caranya? Rasulullah SAW menjawab: Subhanallah, bersihkan dirimu! Aisyah Ra melanjutkan penuturannya: Aku lantas membisiki wanita itu, ‘Bilas tubuhmu yang terlumuri darah haidmu dengan pewangi kasturi’ (HR Bukhari).

Allah Azza wa Jalla juga menyatakan di dalam firman-Nya, bahwa syarat untuk melakukan hubungan badan ialah harus dalam kondisi suci. Kesucian tubuh dari ‘penyakit’ haid adalah demi mewujudkan seks sehat, sebagaimana firman-Nya: Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah. Haid itu adalah kotoran (penyakit). Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri (QS. al-Baqarah/2: 222).

Rasulullah SAW juga mengingatkan kepada para suami, agar tidak menyetubuhi istri mereka dalam keadaan nifas dan haid. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang bersenggama dengan wanita yang sedang haid, atau menyetubuhi wanita dari dubur (lubang anus)-nya, atau mendatangi paranormal (ahli tenung), dan mempercayai ramalannya, Maka sejatinya ia telah kufur (ingkar) dengan apa-apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW (HR Abu Daud). Dalam riwayat lain dituturkan, Rasulullah SAW bersabda: Datangilah istrimu dari arah depan atau dari arah belakang, tetapi awas (jangan menyetubuhi) pada dubur dan (jangan pula) dalam keadaan haid (HR Akhmad dan Tirmidzi). Lain daripada itu, selain harus suci – tidak haid dan nifas – pasangan Muslim harus bersih-bersih diri sebelum bercinta, agar tubuh mereka bersih dan percintaan yang dilakukan sehat.

Ketiga, Bercinta Sesuai Aturan Syariat. Salah satu tujuan making love (bercinta) adalah untuk melahirkan keturunan. Dan proses kelahiran hanya terjadi manakala terjadi pembuahan sperma laki-laki dan perempuan dalam rahim. Karenanya, bercinta harus dilakukan dengan cara yang benar, yatitu melalui tempat yang semustinya, bukan melalui anus (dubur) maupun lisan (oral sex) – sebagaimana yang jamak dilakukan orang-orang yang memiliki kelainan seksual, serta orang yang tidak paham niali-nilai agama. Lain daripada itu, bersenggama tidak sesuai aturan sama halnya menafikan kehormatan wanita yang disetubuhinya. Dan cara seperti itu mustahil bisa melahirkan keturunan. Ajaran Islam memberi syarat, bahwa senggama harus ditempatkan pada tempat yang semustinya, yaitu vagina wanita, bukan melalui anus (dubur) atau mulut wanita (seks oral). Sebab percintaan yang dilampiaskan pada tempat selain vagina, mustahil dapat membuahkan keturunan. Oleh sebab itu, Allah Azza wa Jalla berfirman: Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki (QS. al-Baqarah/2: 223).

Keempat, Berhias Diri. Diantara syarat bercinta ialah masing-masing pasangan – suami istri – harus berhias diri untuk menyenangkan dan menggairahkan percintaan yang hendak dilakukan. Diantara cara berhias diri dalam bercinta adalah:

1. Mambagusi bagian tubuh, yang merupakan lima organ fitrah, sebagaimana dituturkan Rasulullah SAW: Lima hal yang termasuk fitrah (sesuci), yakni mencukur kumis, mencukur bulu ketiak, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, dan khitan.

2. Menggunakan wewangian, yang paling utama adalah kasturi. Dalam sebuah riwayat dituturkan, bahwa tatkala seorang sahabat yang memberitahu Rasulullah SAW tentang adanya seorang wanita yang memerciki cincinnya dengan kasturi, Rasulullah SAW bersabda: Kasturi adalah sebaik-baik wewangian.

3. Memakai celak, dan jenis celak terbaik ialah yang terbuat dari bahan itsmid. Abdullah bin Abbas meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya sebaik-baik celak kalian adalah yang terbuat dari bahan itsmid. Ia dapat menajamkan penglihatan, serta menumbuhkan rambut. Al-Qur’an juga mengisyaratkan anjuran berhias diri bagi kaum wanita, sebagaimana firman-Nya: Orang-orang yang meninggal dunia diantaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber-’iddah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis ‘iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. (QS. al-Baqarah/2: 234) Sayyid Qutub dalam tafsirnya menjelaskan, bahwa redaksi al-Qur’an membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut adalah bukti otentik, dibolehkannya bagi kaum wanita untuk berhias diri, hal mana yang demikian itu dilakukan dengan tujuan agar datang lelaki meminangnya.

Kelima, Berdoa. Diantara etika seks dalam Islam ialah membaca doa sebelum melakukan persetubuhan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas dituturkan, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Jika salah seorang diantara kalian hendak mencampuri istrinya, maka hendaknya sebelum senggama membaca doa: Bismillah, Allahumma jannibnaa asy-syaithan, wa jannib asy-syaithana ma ruziqnaa (Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah jauhkanlah kami dari Setan. Dan jauhkan setan dari apa-apa yang Engkau karuniakan kepada kami (anak keturunan). Dengan memanjatkan doa, diharapkan anak yang lahir dari buah percintaan tidak goyah diperdaya setan, akan tetapi serta selalu dekat kepada Allah.

Keenam, Mencari tempat bercinta yang nyaman dan merahasiakan apa yang terjadi diantara suami istri pada waktu bercinta. Diantara syarat bercinta dalam Islam ialah mencari tempat yang nyaman dan merahasiakan apa yang terjadi pada saat bercinta, baik istri maupun suami, tidak diperkenankan menceritakan ‘geliat’ percintaan yang dilakukannya kepada orang lain.

Dalam sebuah hadis riwayat Abu Said Khudri, ia menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: Selazimnya bagi kaum lelaki diantara kalian yang hendak memenuhi hajat biologisnya, mencari tempat yang nayaman, jauh dari hiruk pikuk keluarganya, dan menutup pintu rapat-rapat, serta mengenakan sehelai kain, barulah bercinta (bersetubuh). Kemudian apabila telah selesai bercinta, hendaknya tidak menceritakan hubungan badannya kepada orang lain. Selazimnya bagi kaum wanita diantara kalian, yang hendak memenuhi hajat biologis, mencari tempat yang nyaman, menutup pintu rapat-rapat, dan mengenakan sehelai kain untuk menutup tubuhnya. Dan jika selesai memuaskan dahaga cinta, hendaknya tidak menceritakan hubungan intimnya kepada yang lain. Salah seorang wanita berujar: Demi Allah, wahai utusan Allah, kebanyakan daripada kaum wanita menceritakan apa yang mereka alami saat senggama kepada yang lain, serta jamak melakukan percintaan di tempat terbuka. Rasulullah SAW berkata tegas. Janganlah kalian melakukan hal seperti itu – menceritakan sesuatu saat senggama dan bersetubuh di tempat terbuka, serta bertelanjang bulat. Sebab perbuatan seperti itu, sama persisnya dengan perbuatan setan pria bertemu dengan setan wanita di tengah jalan, lalu bersetubuh di tempat terbuka, setelah setan pria selesai melampiaskan dahaga seksnya, lantas meninggalkan si wanita begitu saja. Rasulullah SAW juga meyerukan untuk mengenakan kain saat bercinta, sebagaimana sabdanya: Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla adalah maha lembut, maha malu, maha menutup diri. Dia mencintai rasa malu dan menutup aurat. Menutup aurat, tidak saja dalam ‘laku’ kehidupan di ruang publik, tetapi juga saat bercinta.

Ketujuh, Tidak bercinta saat melakukan iktikaf atau sedang dalam kondisi berihram. Orang yang sedang menjalankan iktikaf di masjid tidak boleh bersenggama, demikian pula orang yang sedang berihram, juga tidak boleh bercampur dengan pasangannya, sebagaimana diwartakan al-Qur’an: Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka jangnlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa (QS. al-Baqarah/2: 187). Usman bin Affan meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah SAW bertutur: Orang yang sedang melaksanakan ibadah Ihram tidak boleh bersenggama, maupun menikah atau melamar (HR Muslim). Dalam riwayat Turmudzi disebut dengan redaksi: Saat berihram dilarang bersetubuh.

Kedelapan, tidak bercinta dengan istri yang sedang datang bulan (haid). Ajaran Islam melarang pasangan suami istri bercinta saat sang istri sedang datang bulan. Sebab haid adalah penyakit, dikhawatirkan bayi yang lahir dari buah senggama pada kondisi seperti itu akan tidak sempurna (cacat). Allah menjelaskan dalam al-Qur’an: Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereke, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan meyukai orang-orang yang mensucikan diri (QS. al-Baqarah/2: 222). Ajaran Islam juga melarang suami menggauli istrinya ketika dalam keadaan nifas – usai melahirkan. Alasannya jelas, bahwa bercinta dalam ajaran Islam adalah termasuk laku ibadah, karenanya harus dilakukan pada waktu kondisi baik.

Kesembilan, memperhatikan kondisi fisik. Waktu yang paling tepat untuk melakukan hubungan badan adalah saat kondisi fisik dalam keadaan fit (segar bugar), yakni pencernaan makanan lancar, tensi tubuh seimbang antara panas dan dingin, kondisi perut tidak kenyang dan tidak lapar. Sebab bersenggama dalam keadaan tubuh tidak fit, pencernaan makanan tidak lancar, tensi tubuh terlalu panas maupun terlalu dingin, perut terlalu lapar maupun kenyang, akan membuat hububgan badan kehilangan maknanya, dan tidak bisa dinikmati bahkan melahirkan madharat (mara bahaya). Bersenggama dalam keadaan perut lapar lebih berbahaya ketimbang perut dalam keadaan kenyang. Lain daripada itu, tidak akan bisa merengkuhi nikmat senggama, lebih-lebih memberi kepuasan seksual kepada pasangan hidup. Rasulullah SAW bersabda: Jika seseorang diantara kamu bersenggama dengan istrinya, hendaklah ia lakukan dengan penuh kesungguhan. Kemudian, kalau ia telah menyelesaikan kebutuhannya sebelum istri mendapatkan kepuasan, maka janganlah ia buru-buru mencabut (kemaluannya), sampai istrinya menemukan kepuasan (HR Abdul Razaq)

Puas Bercinta di Malam Pertama.


Pagi2 bangun tidur..enaknya ngapain ya? angetin badan, jogging, lalu seperti biasa...buka laptop mulai surfing di dunianya maya. maklum....laptop baru, jadi masih seneng-senengnya. seperti biasa, pertama-tama yang aku kunjungi adalah om google search. cari artikel yang menarik. nah...ketemu yang anget lagi nih, judulnya

Puas Bercinta di Malam Pertama.



dan rasanya kok eman-eman, sayang gitu lho kalo gak aku share ke teman-teman. nah...inilah tips puas bercinta di malam pertama selengkapnya. Malam pertama, malam yang dinantikan tiap pasangan. Malam sakral ini juga biasanya jadi kesempatan pengantin baru melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya. Seks merupakan sesuatu yang naluriah. Meski demikian, bagi Anda yang akan menikah, tak ada salahnya Anda ketahui lebih dulu seluk beluk seks agar malam pertama Anda lebih indah tak terlupakan.
Foreplay

Malam pertama, malam untuk bercinta. Dua sejoli sejati yang terikat janji, telah diizinkan untuk menikmati indahnya kebersamaan, mencurahkan kasih sayang, dan juga berhubungan intim. Tentunya tak sekedar melepas gairah saja, namun kasih sayang pun harus terasa di dalamnya. Salah satu bentuk cinta dalam rumah tangga terukur dengan memperhatikan keinginan, dan kebutuhan, serta kesediaan memuaskan pasangan satu sama lain.
Berbeda dengan laki-laki, perempuan lebih kompleks dalam menyambut malam pertama ini. Kondisi psikologis, selaput dara yang masih utuh, serta sempitnya liang vagina karena belum pernah berhubungan seksual, dapat membuat perempuan tak merasakan nikmat, justru kesakitan saat bercinta untuk pertama kalinya.
Bukan tak mungkin pengalaman malam pertama yang tak menyenangkan membuat perempuan malas untuk bercinta lagi, bahkan menjadi frigit. Untuk itu, foreplay atau bisa diartikan pemanasan amat penting dilakukan untuk membuat sang istri lebih nyaman, rileks, dan lebih siap ”tempur”.
Bagi perempuan, kata-kata lembut penuh kasih sayang, bisikan intim, candaan mesra, sentuhan, dan ciuman bisa membuat hasrat memanas. Pijatan pun bisa merupakan awalan yang baik sebelum intercourse.
Tak hanya terpusat pada payudara dan organ genital, sentuhan dan kecupan pada leher, perut, punggung, telinga, jari-jari kaki dan tangan bisa menjadi pemanasan yang menyenangkan. Payudara, aset yang satu ini merupakan salah satu daya tarik seksual perempuan, area sensitifnya terutama terletak di sekitar puting.
Rangsangan pada klitoris dan sekitar vagina akan dapat menjadi tahapan awal menuju ke penetrasi. Pada banyak pasangan, oral seks merupakan menu pembuka yang menggairahkan. Oral seks pun bisa membuat banyak perempuan mengalami orgasme bahkan sebelum penetrasi dimulai.
Penetrasi
Memuncaknya hasrat pada perempuan ditandai dengan produksi pelumas alami pada vagina. Pelumas ini berfungsi sebagai pelicin yang memudahkan penetrasi penis ke dalam Miss V. Pada hubungan yang pertama kali, penetrasi sering diiringi rasa sakit. Agar tak mengganggu nikmatnya malam pertama, tak ada salahnya siapkan gel pelumas khusus sebagai pelicin tambahan.
Penetrasi pada pasangan yang baru pertama kali bercinta biasanya dilakukan dengan gaya konvensional (misionaris). Gaya ini posisi suami berada di atas tubuh istri. Posisi misionaris juga dianjurkan bagi pasangan yang ingin segera memiliki keturunan. Posisi ini memudahkan sperma mencapai sel telur untuk terjadinya pembuahan. Beragam posisi bisa dicoba, namun tentu saja harus atas kesepakatan suami dan istri. Hal ini penting agar tak menjadi ganjalan atau bahkan muncul rasa jijik saat melakukan posisi tertentu.
Setelah Bercinta
Pengalaman pertama nan mendebarkan telah dirasakan. Setelah bercinta kebanyakan laki-laki akan merasa mengantuk sementara perempuan justru merasakan sebaliknya. Ada baiknya tak langsung tidur setelah bercinta. Perempuan biasanya masih ingin bermanja-manja setelah aktivitas seks usai.
Berpelukan setelah bercinta merupakan salah satu ekspresi kasih sayang satu sama lain. Momen setelah bercinta juga kesempatan yang pas untuk sekedar ngobrol, maupun berbicara dari hati ke hati. Saat setelah bercinta biasanya tubuh rileks, dan pikiran lebih jernih.
G-Spot dan Orgasme
Kebanyakan perempuan yang baru pertama kali melakukan hubungan intim tak mengalami orgasme. Padahal sebenarnya, orgasme pada malam pertama bukan sesuatu yang mustahil. Kepuasan seksual amat relatif. Tiap orang memiliki sensasi yang khas saat mencapai puncak kenikmatan. Ketika berhubungan seksual, kita merasakan ketegangan pada otot dan saraf. Saat mencapai puncak ketegangan tersebut berganti dengan sensasi nikmat yang luar biasa, inilah yang disebut dengan orgasme.
Terjadinya orgasme memacu jantung Anda berdetak lebih cepat. Begitu pun aliran darah lebih cepat terutama di area kemaluan yang menghasilkan kontraksi sekitar 5-15 kali dalam 0,8 – 1 detik.
Saat orgasme tubuh memproduksi hormon endorfin dan serotonin. Hormon endorfin ini merupakan zat yang mempunyai daya analgetik. Endorfin bersifat analgetik yang berguna untuk menangkal rasa sakit, kelelahan, dan menyegarkan tubuh. Sementara serotonin mempunyai manfaat antidepressant, yang bisa membuat rileks dan mengurangi ketegangan pikiran.
Perempuan akan mudah mencapai orgasme saat tersentuh G-Spot-nya. G-Spot (Grafenberg Spot) ini jika dirangsang dengan tepat akan mampu membuat perempuan mengalami orgasme berkali-kali (multipel orgasme). G-Spot sendiri berada di belakang tulang kemaluan dan mengelilingi uretra. G-Spot kaya akan saraf hingga amat peka terhadap sentuhan. Jika terangsang, G-Spot akan mengeras dan membesar.
Berbentuk mirip spon dengan ukuran sekitar 2-3 cm, G-Spot ini dapat dicapai jari dengan telapak tangan menghadap ke atas. Posisi misionaris, doggy style, dan penetrasi dari samping diyakini mampu merangsang G-Spot lebih maksimal, hingga perempuan lebih mudah orgasme.
Bagaimana menemukan G-Spot? Posisi G-Spot tidak persis sama pada tiap perempuan. Namun ketika terangsang, akan muncul rasa seperti ingin buang air kecil. Hal ini jadi indikasi letak G-Spot. Laki-laki sering khawatir dengan ukuran penisnya. Padahal panjang pendek Mr. P tak terlalu berpengaruh terhadap kepuasan pasangan. Mr. P berukuran minimal pun akan tetap mampu mencapai posisi G-Spot, yang hanya sekitar 3-5 cm di belakang mulut vagina bagian atas.
Tips Romantis Malam Pertama
Setelah pesta pernikahan tentu lelahnya badan dan pikiran tak membuat hasrat meredup. Segala lelah persiapan pesta pernikahan terbayar dengan malam pertama yang indah. Bangun nuansa romantis malam pertama Anda dengan:
  1. Menciptakan suasana romantis di kamar pengantin. Baik di hotel maupun di rumah, lilin punya kesan romantis yang kuat. Atau bisa pula nyalakan lampu bercahaya redup.
  2. Musik lembut atau lagu-lagu romantis kesukaan akan mengurangi ketegangan menantikan ”pertarungan” malam pertama.
  3. Jika Anda bermalam pertama di rumah, tentunya masih banyak tamu ataupun saudara yang menginap. Pastikan untuk mengunci pintu untuk menghindari ”gangguan” yang tak diinginkan.
  4. Lingerie seksi pasti makin membuat malam ini tak terlupakan.
  5. Percaya diri, buat pasangan nyaman berdekatan dengan Anda.
Making love perdana ini juga bisa menjadi waktu untuk saling mengenal pasangan lebih dekat. Karena baru pertama kali, mungkin hubungan seksual masih terasa canggung dan grogi. Namun seperti orang belajar menyetir, makin lama makin mahir. Makin mengenal satu sama lain maka akan lebih mudah untuk saling melayani dan memuaskan. Keterbukaan amat penting agar kenikmatan surga dunia ini tak hanya jadi monopoli satu pihak saja. Sampaikan pada pasangan bagaimana Anda ingin disentuh. Beritahukan bagian mana yang membuat Anda hot. Tak perlu ragu, laki-laki akan amat senang dan terangkat egonya ketika bisa membuat Anda lemas dalam kepuasan.
Selamat menikmati malam pertama yang indah berkesan!
Sumber bacaan: http://gaia-magazine.com

Tips Bercinta Di Malam Pertama


Tips Bercinta di Malam Pertama adalah sesuatu hal yang harus anda kuasai sebelum melangsungkan pernikahan. Kami bukan tak setuju dengan pendapat tersebut, namun bagi wanita, Bercinta tetap harus dipelajari untuk meraih kenikmatan dan agar tidak terjadi 'kecelakaan' alias edi tansil. Seperti Melinda pun pasti mempelajari hal itu dulu.

Terutama Anda yang berstatus pemula. Bercinta bisa jadi mengerikan bagi pemula, khususnya wanita. Rasa deg-degan, takut sakit, pasti pernah ada. Jadi harus bagaimana? Baca tips berikut ini...

Pelan pelan saja

Ya, memang tak perlu terburu-buru di momen malam pertama. Masih banyak waktu yang bisa Anda lewatkan, terutama cincin sudah melingkar di kedua jari masing-masing. Nikmati saja malam pertama dengan berbincang dan melihat senyumnya. Mengawali bercinta dengan perbincangan adalah foreplay yang menyenangkan.

Jangan berharap terlalu banyak

Hey, jangan bayangkan permainan Anda akan mirip seperti di film-film berlabel biru itu. Semua yang ada di film sudah melalui editing dan setting tertentu. Jadi, tak perlu membayangkan sesuatu yang ekstrem. Bisa jadi, rasa sakit akan mengawali penetrasi pertama. Dan ini yang kebanyakan dialami oleh pemula di malam pertama. Namun dengan lubrikasi yang cukup, permainan malam pertama akan mengesankan bagi Anda berdua.

Kenakan lingerie

Tak perlu malu dan berpikir ini adalah hal tabu. Lingerie di malam pertama adalah kejutan sekaligus hadiah untuk suami Anda. Menjadi pemula bukan berarti tidak profesional kan?

Awali dengan yang Manis

Tak harus langsung naik ke ranjang untuk mengawali aksi panas perdana. Anda bisa mengawalinya dengan minum wine, makan malam, atau bermanja di sofa. Pemanasan sangatlah penting untuk pemula (dan expert), karena proses lubrikasi membutuhkan waktu agar rasa pedih dan sakit bisa diminimalisir.

Baca tips dan artikel seni Bercinta

Membaca tips dan artikel bukan hal yang melanggar hukum kok. Anda memang harus tahu beberapa hal sebelum melakukan hubungan. Ibarat saat akan menjalankan mesin, manual book harus dipelajari dulu agar tidak terjadi kesalahan kan? Tips dan artikel dapat menambah pengetahuan dan membantu Anda menyenangkan pasangan